Tipe-tipe Penelitian dan Metode Pengumpulan Data Penelitian Kualitatif

Posted on February 24, 2011

0


A. Tipe-tipe Penelitian

  1. Studi Kasus

Merupakan bentuk penelitian yang meneliti fenomena khusus yang hadir dalam suatu konteks yang terbatasi (bounded context), meskipun batas-batas antara fenomena dan konteks tidak sepenuhnya jelas. Kasus tersebut dapat berupa individu, organisasi, karakteristik atau atribut dari individu-individu, peristiwa atau insiden tertentu, dan sebagainya.

Studi kasus terbagi menjadi 3 tipe, yaitu:

  1. Studi kasus intrinsik, penelitian dilakukan karena ketertarikan atau kepedulian pada suatu kasus khusus guna memahami secara utuh kasus tersebut tanpa harus dimaksudkan untuk menghasilkan konsep-konsep/teori ataupun tanpa ada upaya menggeneralisasi.
  2. Studi kasus instrumental, penelitian pada suatu kasus unik tertentu guna memahami isu dengan lebih baik, dan juga guna mengembangkan dan memperhalus teori.
  3. Studi kasus kolektif/majemuk/komparatif, suatu studi kasus instrumental yang diperluas sehingga mencakup beberapa kasus. Tujuannya adalah untuk mempelajari fenomena/populasi/kondisi umum dengan lebih mendalam.

2. Etnografi

Etnografi merupakan pendekatan dalam mendeskripsikan mengenai kelompok manusia dalam memahami cara hidup kelompok yang diteliti.

3. Penelitian Partisipatoris

Merupakan teknik pendekatan dimana peneliti mengajak masyarakat yang diteliti untuk ikut berperan aktif dalam mencapai tujuan penelitian. Dimana tujuan penelitian ini yaitu untuk memberdayakan dan membuat program penelitian tetap berkelanjutan. Biasanya penelitian ini dilakukan oleh LSM, contohnya dalam mencanangkan program Keluarga Berencana di desa-desa.

4. Metode Tidak Reaktif (Unobtrusive)

Merupakan teknik pendekatan dimana peneliti tidak berperan aktif dalam penelitiannya seperti menonjolkan diri atau melakukan sesuatu untuk mendapatkan respon dari individu atau kelompok yang ditelitinya, tetapi disini peneliti lebih menjadi seseorang yang hanya mengamati. Contohnya yaitu dalam kasus tawuran, dimana peneliti tidak ikut serta dalam tawuran melainkan hanya menjadi observer.

B. Metode Pengumpulan Data

Berikut beberapa metode yang dapat digunakan dalam memperoleh data kualitatif, yaitu:

  1. Observasi

Observasi merupakan metode pengumpulan data esensial dalam penelitian dimana peneliti melalui pendekatan ini dapat mencatat fenomena yang muncul dan mempertimbangkan hubungan antar aspek dalam fenomena tersebut. Tujuan dari pendekatan ini adalah untuk mendeskripsikan setting yang dipelajari, aktivitas-aktivitas yang berlangsung, orang-orang yang terlibat dalam aktivitas dan makna kejadian dilihat dari perspektif mereka yang terlibat dalam kejadian diamati tersebut.

2. Wawancara

Merupakan percakapan dan tanya jawab yang diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu guna memperoleh pengetahuan tentang makna-makna subjektif yang dipahami individu berkenaan dengan topik yang diteliti dan dengan maksud melakukan eksplorasi terhadap isu tersebut, yang mana suatu hal yang tidak dapat dilakukan melalui pendekatan lain.

Tiga pendekatan dasar wawancara dalam memperoleh data kualitatif, yaitu:

  • a)      Wawancara informal
  • b)      Wawancara dengan pedoman umum
  • c)       Wawancara dengan pedoman standar yang terbuka

Dalam proses wawancara, isi dari wawancara tersebut perlu dipersiapkan dengan baik sesuai dengan tujuan penelitian.

Berikut beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam menyusun pertanyaan (Smith et al, 1995), yaitu:

  • Pertanyaan harus bersifat netral, tidak diwarnai nilai-nilai tertentu dan tidak mengarahkan
  • Peneliti perlu menghindari penggunaan istilah-istilah yang canggih, resmi ataupun tinggi
  • Peneliti perlu menggunakan pertanyaan terbuka, bukan pertanyaan tertutup

3. Focus Group Discussion/diskusi kelompok terfokus

4. Penelitian partisipatoris/aksi

5. Metode-metode yang terkait dengan gambar; cerita dengan ‘lubang-lubang’ yang perlu diisi; penggunaan foto

6. Metode-metode dengan pemetaan dan ranking-peta mobilitas, kalender musim, anggaran waktu (aktivitas-aktivitas tumpang tindih, periode-periode waktu pendek)

7. Metode-metode dengan drama dan ‘bercerita’-bermain peran

8. Oral history dan metode-metode kisah kehidupan