Psikologi Komunitas

Posted on February 28, 2011

0


Psikologi komunitas merupakan cabang ilmu psikologi yang mempelajari efek-efek sosial dan lingkungan terhadap perilaku yang muncul pada individu atau kelompok guna meningkatkan kualitas hidup individu, komunitas dan masyarakat.

Beberapa metode yang digunakan dalam psikologi komunitas, yaitu:
– Korelasional
– Eksperimen
– Etnografi
– Epidemiologia

Tujuan dan filosofi dari psikologi komunitas, yaitu:
1. Pencegahan daripada treatment
2. Menekankan pada strenght dan kompetensi
3. Mementingkan perspektif ekologi
4. Menghargai perbedaan
5. Pemberdayaan (empowerment)
6. Merupakan pilihan diantara alternatif-alternatif
7. Merupakan riset aksi
8. Mengubah masyarakat (social change)
9. Mengkolaborasikan dan mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu lain
10. A sense a community

7 core value psikologi komunitas:
1. Individual & families wellness
2. Sense of community
3. Respect for human diversity
4. Social justice
5. Citizen participation
6. Collaboration & community strength
7. Empirical grounding

Manfaat 7 core value:
– Membantu mengklarifikasi pilihan riset & aksi-aksi komunitas
– Mengidentifikasi jika terjadi aksi-aksi yang dilakukan ternyata kurang sesuai
– Memahami budaya komunitas termasuk memahami perbedaan-perbedaan nilai daalm komunitas. Contoh: pada kasus Poso; budaya ‘angkat jempol’ ternyata merupakan simbol kebersamaan yg dpt menggugah masyarakat disana
– Membagi/menularkan tujuan dan makna (aksi-aksi) perubahan

Dalam memahami sebuah komunitas, psikolog komunitas perlu memperhatikan tingkat ekologikal komunitas tersebut sebelum melakukan pendekatan/intervensi:
1. Tingkat individual
2. Mikrosistem, merupakan lingkungan terdekat individu, yang mana berulang-ulang digunakan individu secara langsung untuk melakukan interaksi personal dengan orang lain. dalam mikrosistem, individu membentuk hubungan interpersonal, mengambil peran sosial dan berbagi kegiatan. Mikrosistem meliputi: keluarga, ruang kelas, kelompok diskusi, teman, tim olahraga.
3. Organisasi, merupakan kumpulan mikrosistem yang lebih kecil yang mana memiliki stuktur formal yaitu adanya peraturan, kebijakan, waktu pertemuan, dsb. Contohnya, sekolah, tempat kerja, kelompok paduan suara, dsb.
4. Locality, merupakan sekumpulan organisasi atau mikrosistem yang mana tiap-tiap individu berpatisipasi bagi kehidupan daerah mereka melalui kelompok-kelompok yang lebih kecil. Contohnya, pedesaan, kota kecil, lingkungan urbanisasi atau kota besar.
5. Makrosistem, merupakan lingkungan jarak terjauh individu, yang mana mempengaruhi kehidupan individu melalui kebijakan atau keputusan spesifiknya. Contohnya, masyarakat, budaya, partai politik, perusahaan, mass media, internet, dsb.

Referensi:
Dalton, Elias, & Wandersman. 2007. Community Psychology: Individuals and Communities. Second Edition. Thomson Wadsworth: USA.

Posted in: Konseling