Konselor Sekolah: Tipe dan Peran-perannya

Posted on April 3, 2011

0


Konselor sekolah membantu para orangtua dan guru dalam aspek perkembangan dan perilaku anak. Contohnya, peran konselor sebagai konsultan dimana konselor menjelaskan pada orangtua dan guru mengenai perkembangan dan pertumbuhan manusia, kebutuhan anak-anak dan para remaja, dan membantu para murid untuk merubah perilaku mereka.
Program pendidikan orangtua dan guru dalam services activities adalah salah satu bentuk group consultation. Konselor sekolah mendesain program tersebut secara komprehensif, yang mana program tersebut menawarkan tipe-tipe jasa dalam melayani murid dengan tak langsung. Contohnya, para orangtua diajarkan untuk belajar behaviour management skill atau bagaimana mengatur waktu mengerjakan homework yang paling baik dan bermanfaat. Sedangkan para guru diajarkan mengenai different learning styles yang terbaik dalam membuat kegiatan intstruksional yang tepat dalam kelas-kelas mereka.
Konselor juga berkonsultasi dengan para profesional lain yang berada di luar sekolah. Mereka seringnya berkonsultasi dengan pekerja kesehatan, pekerja pelayanan sosial dan agen profesional lainnya yang juga mencoba pelayanan-pelayanan yang tepat untuk murid-murid dan keluarga-keluarga. Dalam konsultasi ini konselor berbagi keahlian mereka seperti informasi mengenai murid dan konselor juga belajar mengenai program dan pelayanan yang mereka cari dari agensi tersebut. Informasi yang terkumpul dari agensi-agensi menjadi titik awal dalam perencanaan dasar pembuatan pelayanan utama dari program konseling sekolah.
Peran-peran Konselor Sekolah
Dahulu konseling di sekolah hanya diterapkan di tingkat sekolah menengah atas, namun saat ini semua tingkat sekolah dipersiapkan untuk menerapkannya. Diabad 20 ini terjadi peningkatan jumlah konselor yang bekerja di tingkat sekolah dasar dan menengah pertama. Konselor memiliki peran-peranyang berbeda dalam tiap tingkat sekolah meskipun dasar bentuk proses bantuan pada tiap tingkat sama yaitu mengkonseling, mengkonsultasi, mengkoordinasi dan menilai. Hal ini dikarenakan anak-anak sekolah dasar memiliki perbedaan kebutuhan perkembangan dengan anak-anak yang telah berada di tingkat sekolah menengah atas sehingga peran dan fungsi seorang konselor sekolah dipengaruhi oleh spesifik tingkat sekolah dan kebutuhan dari populasi sekolah anak. Jadi ketika seorang konselor akan mendesain program secara komprehensif maka pertama ia perlu memeriksa kebutuhan-kebutuhan dari murid-murid, para orangtua dan para guru karena jenis kebutuhan tersebut berbeda dalam setiap sekolah. Pemeriksaan kebutuhan ini sangat penting karena membantu konselor dalam menentukan bentuk pelayanan dan kegiatan yang tepat untuk sekolah mereka. Berikut tipe dan tugas konselor berdasarkan spesifik tingkat sekolah, yaitu:
1. Konselor Sekolah Dasar
a. Mengkonseling anak-anak
American Counseling Association menyatakan bahwa konseling individual pada anak memberikan anak kesempatan untuk:

  • Anak dalam melihat diri mereka sebagai seorang yang adequate, belajar mengenai diri mereka dan menggunakan wawasan tersebut untuk mengatur tujuan hidup mereka
  • Didengarkan oleh orang lain (konselor) dan mengekspresikan pikiran dan perasaan tentang diri mereka, orang lain dan dunia dimana mereka tinggal

Sedangkan pendekatan yang digunakan konselor untuk anak sekolah dasar adalah pendekatan individual counseling dan group counseling. Dalam pendekatan secara individual waktu yang digunakan antara 20 hingga 40 menit yang mana bergantung dari tingkat usia dan kematangan anak. Sedangkan jadwal konseling biasanya sekali atau dua kali seminggu. Hal ini dilakukan untuk melihat perkembangan masalah anak secara berturut-turut. Tahap-tahap konseling tersebut, yaitu:

  1. Melakukan tahap perkenalan untuk membangun rapport
  2. Mengeksplorasi masalah anak dari ekspresi perkataan dan tindakan anak
  3. Merencanakan cara-cara untuk mengatasi dan menolong masalahnya
  4. Mengakhiri bantuan konseling dengan memberikan harapan untuk melangkah maju

Keberhasilan konseling individual ini bergantung pada keakuratan konselor dalam mengassessmen anak yang mana dilihat dari perkembangan bahasa, perilaku, fungsi kognitif dan kemampuan anak dalam memahami lingkungan dan manfaatnya. Hal tersebut perlu diperhatikan karena dalam sesi konseling banyak menggunakan interaksi verbal, sehingga anak yang tidak memiliki perkembangan bahasa yang cukup mungkin akan sedikit berbicara. Tetapi lain halnya pada anak yang pemalu, seringnya mereka ragu-ragu berbicara dalam awal sesi konseling individu tersebut padahal mereka memiliki kemampuan bahasa dan pemahaman yang cukup. Dalam mengatasi hal tersebut dalam sesi konseling individual maka diperlukan seorang konselor sekolah dasar yang juga merupakan seorang terapis yang kompeten.
Sedangkan bagi anak-anak yang tidak dapat memahami peran dan tanggung jawab mereka yaitu seperti dalam memahami persepsi orang lain, memilih tujuan-tujuan yang bermanfaat bagi diri mereka dan kelompok sosial mereka dan kesulitan dalam mengatakan opini dan nilai mereka pada orang lain karena pandangan egosentris mereka pada dunia maka untuk mengatasinya dapat dibentuk group counseling. Kegiatan dalam konseling ini yaitu berupa permainan, psikodrama, seni kreatif dan biblioterapi untuk merangsang ide-ide, nilai-nilai dan mendorong anak untuk membentuk hubungan saling membantu. Group ini berisi lima hingga delapan anak.
Terdapat beberapa elemen dalam group counseling yaitu:

  • Crisis-oriented groups, berfungsi menolong anak yang mengalami abused berdamai dengan pengalaman trauma mereka, mengenali nilai dan manfaat mereka sebagai seorang manusia, belajar mengenai hak mereka dan membuat rencana untuk mengatasinya di masa depan
  • Problem-centered groups, berfungsi mendorong anak untuk membentuk rencana dalam bertindak dan memecahkan konflik yang ada
  • Developmental group, berfungsi untuk menolong anak belajar mengenai aspek sosial dan personal dari perkembangan mereka
  • Growth-oriented groups, dalam kelompok ini anak berkesempatan untuk belajar berinteraksi secara alami dan menjaga hubungan.

b. Developmental Counseling and Guidance Curriculum
Dalam program developmental counseling menekankan pentingnya self-concept positif dan mengenali peran esensial yang sekolah mainkan dalam membantu anak mempercayai nilai dan manfaat mereka sebagai manusia. Developmental counseling menganggap bahwa nilai-nilai positif dan negatif dari anak dipelajari di rumah, sekolah dan tempat lainnya. Dimana hal tersebut mempengaruhi anak dalam merasa, bersikap dan berperilaku. Sehingga dari alasan ini lah, program developmental counseling memasukkan setiap orang dan setiap aspek dari sekolah dasar karena setiap segala sesuatunya harus diperhitungkan seperti warna dinding kelas, hubungan guru murid di kelas, melihat pengaruh dan bagaimana pengaruhnya di sekolah.

c. Parental Involvement
Konselor sekolah dasar berperan dalam membantu anak memecahkan masalah, merencanakan dan mencapai tujuan-tujuan anak. Dalam program ini, pihak sekolah berusaha mengajak para orangtua untuk ikut terlibat dalam pendidikan anak dimana pihak sekolah membagikan brosur, presentasi dari rapat para orangtua dan mencantumkna kontak secara individual. Dengan saling bekerja sama menjadi partner, para orangtua, guru, dan konselor akan dapat memberikan anak bimbingan yang positif dan sehat.
Beberapa elemen parental involvement dari tugas konselor di sekolah dasar yaitu berpatisipasi dalam konferensi antara guru dan murid, mendaftarkan program pendidikan orangtua yang mencakup topik disiplin yang positif, membantu homework, mengatasi persaingan antar saudara kandung dan cara berkomunikasi yang efektif pada anak serta menjadi sukarelawan dalam menolong pelaksanaan program-program sekolah.

d. Teacher Involvement
Konselor sekolah dasar juga perlu memiliki hubungan kerja yang kuat dengan para guru dan pegawai sekolah lainnya. Karena keberhasilan dari program konseling dipengaruhi oleh hubungan personal dan profesional dengan para guru dan kolega lainnya yang ada di sekolah. dengan memiliki hubungan yang kuat maka tujuan umum dari guru dan konselor dalam upaya memajukan anak dalam pendidikan, sosial dan perkembangan personal dapat terjamin.

2. Konselor Sekolah Menengah Pertama
a. Mengkonseling Anak Praremaja
Seorang konselor sekolah menengah harus memiliki kredibilitas, dependibilitas dan reliabilitas serta bersedia berinteraksi dengan para siswa baik di lobi sekolah, saat makan siang di kantin sekolah dan terbuka pada semua siswa yang membutuhkan bantuan sehingga para siswa dapat melihat bahwa konselor sekolah mereka dapat dipercaya dan reliable untuk mereka minta bantuan.
Beberapa pendekatan yang digunakan untuk konseling siswa menengah yaitu Adlerian counseling. Konseling ini efektif dalam menolong remaja untuk fokus pada tugas kritis dari hidup mereka yaitu berupa perkembangan karir mereka, hubungan percintaan mereka dan prestasi mereka. Sedangkan pendekatan yang lainnya yaitu rational self-counseling yang merupakan model pendekatan yang mengajarkan anak untuk belajar cara berpikir emosional yang sehat untuk mencapai emotional self-control.

b. Membantu proses transisi
Konselor sekolah menengah memberikan banyak pelayanan dalam membuat anak menjalani proses transisi tahun masa kanak-kanak siswa ke remaja. Pelayanan tersebut meliputi:

  • Mengkonseling para siswa yang takut pada lingungan baru mereka, seperti ketika mereka baru pindah dari sekolah dasar ke sekolah menengah pertama atau dari sekolah menengah pertama ke sekolah menengah atas
  • Menolong siswa untuk belajar menerima perubahan fisik dari tubuh mereka
  • Mengajarkan skill berkomunikasi pada siswa untuk menolong mereka dalam mengembangkan hubungan pertemanan dan berhubungan secara efektif dengan teman sebaya, orangtua dan guru
  • Mengajarkan siswa model dan skill yang baik dalam membuta keputusan sehingga mereka dapat membuta pilihan dan memahami konsekuensi dari keputusan mereka tersebut
Posted in: Konseling