Perilaku Abnormal (Abnormal Behavior)

Posted on June 5, 2011

0


1. Anxiety Disorder
Merupakan bentuk kegelisahan yang tidak beraturan, yaitu :
a. Phobia adalah ketakutan yang kuat dan tidak realistik. Phobia dibagi menjadi 3, yaitu :
– Phobia spesifik
– Phobia social
– Agoraphobia
b. Generalized and Panic Anxiety Disorder
– Generalized anxiety disorder, oleh saraf otonom
Berupa gangguan yang berhubungan dengan pengalaman-pengalaman yang tidak jelas (free float anxiety)
– Panic anxiety disorder
Merupakan serangan cemas yang tidak nyaman seperti meningkatnya detak jantung
c. Post Traumatic Stress Disorder (PTSD)
Kecemasan yang menimbulkan kenangan dan mimpi-mimpi sedih dan klien berusaha untuk menghindari hal-hal yang mengingatkannya pada pengalaman trauma tersebut
d. Obssesive and Complusive Disorder
– Obssesive yaitu pikiran-pikiran yang mengandung kecemasan yang tidak mau hilang
– Complusive yaitu desakan-desakan pikiran yang tidak dapat ditahan untuk segera bertindak

2. Somatoform Disorder
Merupakan gangguan yang berupa keluhan-keluhan masalah kesehatan fisik yang disebabkan oleh masalah psikis. Gangguan tersebut berupa :
a. Somatization : kondisi psikologis yang tidak nyaman sehingga menyebabkan sakit fisik
b. Hypocondriasis : perhatian terhdap kesehatan yang berlebihan. Misalnya, terlalu sering mencuci tangan secara berlebihan dengan antiseptik karena takut kuman
c. Konversi : gangguan gejala-gejala pada tubuh yang serius seperti kelumpuhan, bisu, buta, dll.
d. Somatoform pain : rasa sakit yang disebabkan bukankarena fisik dan terjadi pada keadaan stress yang tinggi, biasanya menguntungkan sipenderita. Contohnya, seorang manajer yang harus menyelesaikan 10 proposal dalam waktu 3 jam. Ini menyebabkan stress yang tinggi membuat klien mendadak menderita sakit punggung yang membuatnya tidak dapat bekerja. Sehingga tugas tersebut diahlikan pada manajer lain. Tanpa ada unsur kepura-puraan.

3. Dissosiative Disorder
Gangguan yang disebabkan karena perubahan kognitif secara tiba-tiba. Bentuk-bentuk gangguan tersebut, yaitu :
a. Depersonalization : individu merasa bahwa dirinya tidak nyata seperti kaki yang terasa memanjang tidak terkontrol (terdistorsi)
b. Dissosiative amnesia : kehilangan memori dalam kondisi stress berat
c. Dissosiative fugue : kehilangan seluruh memori dan membuat identitas baru
d. Multiple personality : mengganti kepribadian, biasanya disebabkan oleh kekerasan fisik/seksual dimasa kecil.

4. Gangguan Mood
Merupakan gangguan psikologis yang menyebabkan ketidakberfungsian seseorang. Gangguan ini terbagi menjadi 2, yaitu :
a. Depresi mayor : mengalami kesedihan yang mendalam dan sering melihat tidak ada alasannya untuk hidup
b. Gangguan bipolar : mood yang intens berubah-ubah sehingga membentuk episode mania. Seperti kegembiraan yang berlebihan, menangis tiba-tiba, hiperaktif, dll.

5. Gangguan Kepribadian
a. Schizoid : tidak mempunyai hasrat untuk memiliki teman dan melakukan kontak sosial
b. Antisosial : kemampuan sosial yang halus dan susah menjalin hubungan dekat/persahabatan. Penderita gangguan ini memiliki sikap dalam berhubungan yaitu cepat memulai dan cepat mengakhirinya.
c. Gangguan kepribadian lainnya
– Skizopital : mengganggap bahwa pikirannya dapat dibaca oleh orang lain
– Paranoid : ketidakpercayaan pada orang lain
– Histrionic : selalu mencari perhatian orang lain, memanupulasi orang lain dan hanya fokus pada dirinya sendiri
– Narsistic : perasaan yang tidak realistik akan kebutuhan diri sendiri

Referensi:
Lahey, Benjamin B. 2007. Psychology: an introduction. New York: The McGraw-Hill Companies, Inc.

Posted in: Konseling