SIKAP

Posted on October 8, 2011

0


Sikap adalah kepercayaan mengenai orang, kelompok, gagasan atau aktivitas. Sikap dapat berubah ketika individu memiliki pengalaman baru dan terkadang mereka berubah karena mereka secara rasional menganggap bahwa mereka salah mengenai suatu hal, serta sikap juga dapat berubah karena adanya. Banyak dari sikap dan kepercayaan kita sehari-hari rentan terhadap pengaruh sosial, seperti adanya usaha orang lain untuk membuat kita percaya akansesuatu hal atau usaha membujuk kita untuk mengubah pendapat atau pandangan kita.

Berikut cara-cara yang efektif untuk mempengaruhi sikap, yaitu:
1. Pengulangan gagasan atau kutipan tertentu (efek validitas)
Jika seseorang dihadapkan berulang kali pada sebuah suku kata yang tidak bermakna, ia akan mempunyai perasaan yang lebih positif terhadap suku kata tersebut (Zajonc, 1968). Hal ini dikarenakan adanya familiarity effect dan validity effect. Familiarity effect merupakan kecenderungan untuk memiliki sifat positif terhadap orang atau benda yang lebih dikenal. Fenomena ini juga bekerja pada stimulus yang bahkan tidak kita sadari telah kita lihat (Monahan, Murphy & Zajonc, 2000). Sedangkan validity effect yaitu kecenderungan orang untuk percaya bahwa sesuatu benar adanya karena ditampilkan secara berulang kali. Menurut Arkes (1993), pengulangan tersebut dapat meningkatkan persepsi kebenaran pernyataan yang dinilai.

2. Dorongan oleh orang yang dikagumi atau orang yang menarik
Cara yang kedua untuk mempengaruhi sikap orang lain adalah dengan menyajikannya melalui seseorang yang dianggap mengagumkan, berilmu dan cantik (Pratkanis & Aronson, 2001). Hal tersebut dilakukan guna mengaitkan pesan yang ingin dikirim dengan perasaan yang baik dan hangat.

3. Asosiasi antara pesan dengan perasaan yang menyenangkan
Cara yang ketiga yaitu dengan mengasosiasikan pesan dengan perasaan yang menyenangkan, karena sering kali orang pada umumnya menggunakan rasa takut untuk mengubah sikap seseorang pada sesuatu. Hal tersebut tidak efektif dilakukan, karenahal yang terlalu menakutkan bagi seseorang dapat membuat mereka menjadi curiga atau putus asa dan karenanya mengabaikan pesan tersebut. Tetapi taktik tersebut dapat berhasil bila disertai informasi spesifik mengenai bagaimana menghindari rasa takut tersebut dan ketika seseorang merasa mampu untuk memanfaatkan informasi ini demi kepentingan pribadi (Cialdini, 2001).

Posted in: Konseling