Apakah aneh bila “Berat Badan” ku berlebih tetapi aku merasa “Happy”?

Posted on November 15, 2011

0


Pertanyaan diatas di jawab dengan kata “Tergantung”. Kenyamanan penampilan seseorang meskipun ia memiliki berat badan yang berlebih atau tidak, itu tergantung dari persepsi seseorang tersebut. Contohnya dalam perhitungan berat badan ideal, seseorang yang memiliki tinggi 153 dan berat badannya 60kg, berdasarkan perhitungan BMI yaitu berat badan (kg) dibagi dengan kuadrat tinggi badan:
BMI= 65kg/(153:100)2 = 27.77, seseorang ini dikatakan overweight karena jika nilai BMI seseorang sama dengan atau lebih tinggi dari 25 maka dikatakan overweight (kelebihan berat badan/gemuk) dan bila BMI lebih besar dari 30 maka dikatakan obese (gemuk sekali/gendut). Lalu apakah seseorang ini merasa cemas? Tidak pe-de?
Lalu bagaimana jika seseorang dengan tinggi yang sama tetapi memiliki berat badan 53kg. Jika di dasarkan pada perhitungan BMI yang hasilnya 22.64, seseorang ini dikatakan tidak overweight. Lantas apakah seseorang ini berbahagia? Tidak cemas? Pe-de? Jawabannya sekali lagi adalah TERGANTUNG.
Dalam ilmu psikologi kesehatan, persepsi seseorang merasa nyaman atau tidak dengan berat badannya tergantung pada penilaian seseorang tersebut mengenai berat badannya. Ada 2 kriteria yang kita gunakan ketika kita menilai berat badan kita sesuai atau tidak bagi kita.
Pertama, Attractiveness (daya pikat). Mungkin bagi seseorang overweight adalah hal yang memalukan dan menyebalkan karena seringnya jadi bahan ejekan atau jelek, tetapi mungkin di sisi lain bagi orang lain overweight merupakan hal yang menarik karena baginya mungkin hal tersebut membuat dirinya seksi dan ia tidak merasa gemuk, atau menurutnya itulah ukuran badan ideal seorang wanita, atau bahkan ia menilai overweight tidak masalah baginya karena “orang yang dianggap penting baginya” menyukai ia yang overweight. Sehingga seseorang tersebut akhirnya merasa nyaman dengan berat badannya meskipun ia overweight, ia merasa happy, tidak cemas dan tetap pe-de.
Trus, kalau begitu seseorang tersebut overweight dia happy dengan dirinya, padahal dalam ilmu kesehatan overweight adalah hal yang kurang baik? Bagaimana penjelasannya?
Ya benar, overweight mungkin kurang baik bagi kesehatan karena dapat menyebabkan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan hipertensi, jantung, dan lainnya. Masalah inilah yang menjadi penilaian kedua bagi seseorang ketika menilai dirinya memiliki berat badan yang sesuai atau tidak. Bila ia berpegang pada ilmu kesehatan, maka contoh seseorang diatas yang memiliki perhitungan BMI 27.77, maka ia akan merasa dirinya overweight atau gemuk. Ia akan mempermasalahkan berat badannya.
Penilaian inilah yang menjelaskan mengapa seseorang yang dianggap gemuk (overweight) tetapi tidak merasa gemuk dan tetap have fun dengan dirinya, dan ada seseorang yang merasa sebaliknya.

Dibahas kembali berdasarkan hasil diskusi dalam perkuliahan Psikologi Kesehatan dengan topik Nutrition, Weight Control and Diet, and Safety dari referensi Sarafino, Edward P. 2006. Health Psychology: Biopsychosocial Interactions, 5th Edition. New Jersey: Jhon Wiley & Sons, Inc.

Posted in: Konseling