Apakah Anda seorang karyawan yang dibutuhkan (indispensable) atau tak tergantikan (irreplaceable)?

Posted on June 3, 2013

0


Woww, pertama kali saya membaca judul ini di majalah kesayangan saya, saya jadi bertanya apa sih perbedaan mendasar antara indispenable (dibutuhkan) dan irreplaceable (tak tergantikan) dalam dunia pekerjaan?? Memangnya apa pentingnya??

Dan setelah saya membaca dan merenungkannya dalam lingkungan pekerjaan saya, saya merasa, semua orang harus tahu ini. Ini penting diketahui oleh semua orang di organisasi kita untuk mendorong perkembangan dan kemajuan sumber daya manusia dalam sebuah perusahaan. Maka saya memutuskan, artikel ini harus saya share .

Okey, sebelum saya menjelaskan lebih jauh, saya ingin menceritakan terlebih dahulu mengenai seorang inspiratif yang namanya terkenal di dunia teknologi  karena keberhasilannya membesarkan Google yaitu Marissa Mayer. Do you remember her?

Marissa Mayer 1

Yeahh, right! Marrisa Mayer merupakan salah satu orang penting di Google, yang kemudian membuat keputusan fenomenal untuk menerima tawaran bekerja di Yahoo. Marissa pernah menduduki berbagai posisi dan bertanggung jawab atas pengembangan berbagai produk Google. Salah satunya adalah layanan Google Search. Banyak orang mengagumi cara kerja Mayer, termasuk chairman Google Eric Schmidth yang mengatakan,”Saya sudah bekerja dengannya beberapa tahun dan dia adalah perempuan hebat, sangat inovatif dan perfeksionis,” puji Eric.

Ditengah kesuksesannya membesarkan Google, ia mendapat tawaran pindah ke Yahoo, perusahaan kompetitor yang saat itu pamornya sedang menurun. Tak disangka, ia menerima tantangan tersebut. Gaya kepemimpinan Mayer dipercaya dapat membenahi Yahoo. Di Google, Mayer terkenal dengan gaya kepemimpinan yang inspiratif. Menurut Carmine Gallo, penulis buku The Presentation Secrets of Steve Jobs, Mayer memiliki tiga ciri pemimpin yang berkualitas. Dia memiliki passion terhadap pekerjaannya, persuasif, dan mampu memotivasi timnya. Mayer adalah salah satu contoh sosok indispensable.

 Marissa Mayer 2

 Multi Peran

Menjadi seseorang yang dibutuhkan (indispensable) berarti kita mampu memberikan dampak besar dimanapun kita berada. Ini lebih dari sekedar karakteristik seseorang tetapi merupakan kombinasi dari cara pandang sekaligus keahlian yang kita miliki. Orang yang dibutuhkan umumnya mampu menangani berbagai macam proyek, menjalankan peran apapun dengan baik, berani menghadapi setiap tantangan, dan dengan mudah membuat segalanya berjalan baik dan lancar. Ia seakan tahu apa yang harus dilakukan dan mampu memanfaatkan setiap skill yang dimilikinya.

Sedangkan menjadi tak tergantikan (irreplaceable) justru sebaliknya. Biasanya orang tipe ini justru menyimpan ilmu, keterampilan dan berbagai informasi lainnya hanya untuk dirinya sendiri. Dia enggan membaginya dengan rekan kerja lain, karena merasa terancam posisinya akan tersingkir. Padahal sebenarnya ini adalah langkah yang salah. Coba deh kita pikirkan kembali, jika posisi kita tak tergantikan, ini berarti memperkecil kesempatan kita untuk mendapat promosi. Kesempatan mengembangkan karier di perusahaan lain pun bisa mandek. Namun menjadi indispensable, membuat kita memiliki kesempatan yang sangat besar untuk memajukan karier.

Being indispensable means that you are adaptable, learning, and growing with your organization as it changes and evolves.” –Mark Samuel-

Ssstt..yuk kita contek tips kunci sukses untuk menjadi karyawan yang diperhitungkan menurut Judy Free dan Tracy Maddox dalam buku The Essential Employee: The Advantures of Carmen Senz. Hanya lima kata yang singkat menjadi R.E.A.C.H., yaitu result, enthusiasm, attitude, cooperation, honor.

 

R

for RESULT

E

for ENTHUSIASM

A

for ATTITUDE

C

for COOPERATION

H

for HONOR

Menurut sebuah studi, jam kerja hanyalah hitungan waktu. Karyawan yang   seharusnya bekerja lima hari seminggu, pada faktanya hanya bekerja efektif   tiga hari saja. Artinya dua hari yang lain Anda “boleh” tidak melakukan apa   pun. Yang penting adalah hasil dari yang Anda lakukan untuk perusahaan.   Tunjukkan kinerja yang sesuai dengan ekspektasi perusahaan. Jadikanlah   pekerjaan itu sebagai milik pribadi yang harus Anda jaga.

Energi perasaan   sangat menular. Pelihara perasaan positif & semangat melakukan apa pu.   Perasaan ini akan terlihat dan mempengaruhi lingkungan sekitar. Bila Anda   selalu ceria, optimis, & penuh semangat, siapa pun pasti mau berada dekat   dengan Anda. Sikap antusias juga akan dilihat atasan sebagai bagian dari   komitmen pada perusahaan. Bahwa Anda punya kepedulian untuk membuat   perusahaan maju & berhasil.

Selain kinerja,   banyak perusahaan yang menilai karyawan dari sikapnya. Sikap berkaitan dengan   banyak hal: tim kerja, hubungan antarkaryawan, hubungan bos-bawahan,   perusahaan-klien, bahkan pada sukses tidaknya perusahaan. Mereka akan sangat   mempertahankan karyawan yang punya sikap tidak mudah putus asa, sopan, tidak   mudah tersulut emosi, hormat pada atasan, menghargai orang lain, serta   optimis. Dibanding yang bekerja baik namun membangkang.

Bekerja   dimanapun pasti tak akan lepas dari sebuah tim kerja. Karena itu semangat   bekerja sama sangat penting untuk kesuksesan sebuah perusahaan. Karyawan yang   bisa bekerja sama dengan siapapun menjadi poin penting yang diperhitungkan.   Karena tidak ada keberhasilan per orang, melainkan tim, sekecil apapun   kontribusi Anda. So, tak lupa selalu berterima kasih pada yang membantu.

Keputusan yang   benar mungkin tidak selalu populer, dan apa yang populer tidak selamanya   baik. Pepatah itu sangat pas dilakukan di tempat kerja. Terutama di zaman   sekarang ini, dimana banyak orang berebut kerja dan setiap orang melakukan   apapun demi mendapatkannya. Namun jika Anda tetap menjaga kehormatan diri dan   orang lain, Anda akan terlihat menonjol.

Hmn.. setelah membaca artikel ini, so apa keputusan Anda? Menerapkan R.E.A.C.H untuk menjadi seorang yang indispensable? Atau tidak menerapkannya, dan menjadi seorang irreplaceable? Keputusan masa depan karir Anda, ada di tangan Anda. Selamat memutuskan J

 

Rewrite by Yosi Anggrelia (MT IX-People Development Departement) with referensi CHIC: A Smart Magazine for Career Girls (number 142/2013, page 48-51).

Posted in: Konseling